Di buat oleh :
Nama : Peldy Taribuka
Nim : 2014-63-054
Mata kuliah : Biologi Laut
Prodi : MSP
|
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salvinia natans umumnya dikenal pakis
yang dapat hidup tahunan yang mengambang di air yang sepintas
mirip dengan lumut. Salvinia, merupakan sebuah genus dalam Famili
Salviniaceae , pakis yang mengambang ini diberi nama dari Antonio Maria Salvini
yang merupakan seorang ilmuwan dari Italia pada abad ke-17 untuk memberikan
suatu penghormatan kepadanya. Genus ini diterbitkan oleh Séguier , di Pl.
Veron. 3: 52, 1754. Salvinia natansmerupakan
tanaman yang heterosporous, yang memproduksi spora dengan ukuran dan bentuk
yang berbeda. Bentuk dari Salvinia natans bagian sisi atas
daunnya mengambang, bagian yang muncul menghadap sumbu batang yang merupakan
morfologi abaksial. Daunnya berkarang, jadi dalam 1 ruas terdapat 3 daun
sekaligus. 2 daun merupakan daun yang dapat dilihat mengambang yang berfungsi
untuk mengambang, sedangkan 1 daun terakhir tenggelam ke dalam air. Tidak
mempunyai akar, namun daun yang tenggelam itulah yeng menggantikan fungsi akar
dengan dilengkapi adanya seperti rambut-rambut tersebut.Daun yang
terendam dikelilingi oleh membran indusia basifixed (sporokarp). Sporokarp
terdiri dari 2 jenis, megasporangia
yang jumlahnya sedikit dan mikrospora dengan jumlah yang
banyak. Megagametofit dan mikrogametofit menonjol melalui
dinding sporangium.Megagametofit mengambang di permukaan air dengan
arkegonia mengarahkan ke bawah, mikrogametofit didinding
sporangium. Mikrogametofit kecil mirip rambut yang tumbuh, yang
dikenal sebagai folikel mikrogametikal, belum diketahui memiliki
fungsi produktif, dan saat ini masih menjadi misteri biologis.(Anonim1,
2009)
Gambaran secara umun dari Salvinia natans ini
adalah sebuah kompleks yang terkait erat dengan pakis air abadi yang mengambang
yang sulit untuk membedakan satu genus dari Salvinia. Sering
ditanam sebagai tanaman hias air, namun telah lolos budidaya dan menjadi
berbahaya di berbagai daerah di seluruh dunia. Tergantung pada kondisi
lingkungan, tanaman menunjukkan berbagai bentuk pertumbuhan, dari bentuk
menyerang primer dengan daun flat kecil dengan bentuk tersier atau tikar yang besar, banyak,
daun dilipat. Dalam kondisi yang menguntungkan tanaman dapat membentuk tikar
padat lebih dari ½ m (2 kaki) tebal. Mats dapat membatasi kegiatan rekreasi di
danau dan air, meningkatkan banjir dan stagnasi, menggusur tanaman asli dan
hewan, dan kualitas air menurun. Di mana itu bisa dikelola dengan
hati-hati, Salvinia telah digunakan untuk menghilangkan
kelebihan gizi dan polutan lainnya dari air. Diperkenalkan pertama
kali dari daerah tropisAmerika Selatan. Salah satu dari
genus Salvinia, yaituSalvinia weevil (Cyrtobagus
salvinae) telah berhasil digunakan sebagai agen biokontrol di Afrika dan
Australia. Weevil telah memperkenalkan tanaman inike Amerika Serikat
Selatan. (Anonim3,2008)
Bentuk tanaman dewasa: Batangnya horisontal tepat di
bawah permukaan air, kadang-kadang bercabang. Daun 3-whorled, dengan 2
mengambang, 1 terendam. Mengambang di atas permukaan air dan
permukaan daun tertutup bulu kedap air berukuran sekitar 2-4 mm
yang menyimpang menjadi 4 cabang di dekat bagian atas. Daun mengambang dari
bentuk utama yang datar, bentuk oval dengan sedikit basa lobed untuk
obovate dengan basis berbentuk bajiberukuran sekitar 8-15 mm. Daun
mengambang dari bentuk tersier yang padat banyak, 2-lobed di ujunglebarnya
sekitar 25-60 mm ketika dilipat, biasanya lebih luas daripada yang lama.
Daun mengambang dari bentuk sekunder adalah menengah ke bentuk primer dan
tersier. Daun terendam adalah akar-seperti, keputihan, halus membedah beberapa
menjadi filamen sampai 2 cm dengan rambut seperti proyeksi di sepanjang
panjang. Kemungkinan fungsi dari daun yang tenggelam adalah sebagai
pelindung sporokarp dan stabilisator untuk mencegah atau mengurangi
kemungkinannya terbawa arus air. (Anonim4,2011)
B. TUJUAN
1.
Adapun tujuan penulisan dari Makalah ini adalah untuk memenuhi
salah satu syarat nilai mata kuliah TUMBUHAN
AIR yang diberikan oleh Ibu Tupan selaku Dosen Mata Kuliah TUMBUHAN AIR.
2.
Untuk
memperlajari dan memperdalam ilmu pengetahuan mengenai Makrofita terapung bebas
(miambang) salvinia natans.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Taksonomi Salvinia
natans
Hierarki klasifikasi dari Salvinia natans adalah
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Pteridophyta
Class :
Pteridopsida
Ordo :
Salviniales
Famili :
Salviniaceae
Genus : Salvinia
Spesies : Salvinia
natans (Anonim1,2009)
Spesies-spesie lain yang merupakan genus yang sama dengan Salvinia
natans antara lain Salvinia auriculata, Salvinia
biloba, Salvinia cucullata,Salvinia cyathiformis, Salvinia
hastate, Salvinia herzogii, Salvinia minima, Salvinia
molesta, Salvinia natans, Salvinia nymphellula, Salvinia
oblongifolia,Salvinia radula, Salvinia rotundifolia, Salvinia spruce.
(Anonim3,2008)
B. Morfologi Salvinia
natans
Tinggi :
1 cm - 3 cm
Lebar :
5 cm - 10 cm
Suhu :
12-30 ° C
pH : 5,5-8
Jenis :
Fern atau Paku
Zona :
10 sampai 11
Rentang
asli : Eropa Selatan, Afrika
Utara, Asia
Penyebaran :
0,25-1 kaki
Bunga : tidak
berbunga
Penyinaran : teduh
Habitat :
Basah
Pemeliharaan : Menengah
Penggunaan : Taman
Hujan, Cocok sebagai Tahunan, Tanaman Air (Anonim5, 2006)
Bentuk daunnya kecil, mengambang di air dengan batang
merayap yang disebut stolon, bercabang, rambut bantalan tetapi tidak ada
akar yangsesungguhnya. Daun di ruas berjumlah 3, dengan 2
daun hijau, sessile atau pendek-petioled, datar, dan mengambang. 1 daun
halus tenggelam, petiolate, seperti akar, dan
independen. Terendam daun bantalan sori yang dikelilingi oleh
membran indusia basifixed (sporokarp). Sporokarp terdiridari 2 jenis,
baik bantalan megasporangia yang sedikit jumlahnya (10 ca.), masing-masing
dengan megaspora tunggal dan mikrosporangia, masing-masing
dengan 64 mikrospora. Spora dari 2 jenisitu
bentuknya bulat. Megagametofit dan mikrogametofit menonjol
melalui dinding sporangium. Megagametophytes mengambang di permukaan air
dengan arkegonia diarahkan ke bawah. Mikrogametofit
tetap terdapat di dinding
sporangium. Mikrogametofit kecil mirip rambut, yang dikenal
sebagai folikel mikrogametikal, belumdiketahui memiliki fungsi produktif.
(Anonim6, 2007)
Setiap S. natans memiliki dua nikel
daun yangberbaring secara datar menghadap permukaan
air, dan daun ketiga selalu terendam dan berfungsi
sebagai akar. Flotasi ini dimungkinkan oleh kantung udara di
dalam daun. Kutikula papilaberfugsi agar daun tidak cepat basah jadi
tidak mudah busuk, kutikula papila terdapat pada permukaan daun. (Anonim2,2009)
Perkembangan Megasporangium
dan Mikrosporangium
1.
Megasporangium
Di dalam megasporangium mula-mula terdapat 8 sel induk spora,
kemudian membentuk 32 megaspora, namun dari semua jumlah tersebut hanya ada
satu yang eksis. Selama perkembangan megaspora plasma sel melepaskan diri dari
sel tapetum dan dari spora-spora lain yang telah mengalami degenerasi, sehingga
terbentuk jaringan terdiri dari banyak rongga-rongga yang dinamakan perisporium
atau episporium. Jaringan perisporium di ujung spora lebih tebal. Pada bagian
ujung terdapat celah yang berhubungan dengan ruangan bercabang 3. (Suratman,
2011)
2.
Mikrosporangium
Di dalam mikrosporangium terdapat 16 sel induk spora, sehingga
akan terbentuk 64 spora yang semuanya akan masak. Pada saat itu, plasma sel
mengental dan membentuk masa bulat yang disebut masula. (Suratman, 2011)
D. Perkembangan Gametofit
Mikrospora berkecambah menumbuhkan mikro-protalium
(mikrogametofit) berbentuk buluh pendek, terdiri dari beberapa sel dan
mempunyai 2 anteridium yang masing-masing menghasil;kan 4 spermatozoid.
Gametofit ini sangat sederhana dan berkembang di dalam sporangium. Dinding sporangium
tidak membuka, tetapi di suatu tempat ditembus oleh mikroprotalium sehingga
spermatozoid dapat bergerak bebas. Sedangkan makrospora tetap di selubungi
sporangium, keduanya terlepas dari tumbuhan induk dan berenang pada permukaan
air. Makrospora berkecambah membentukmakroprotalium pada ujungnya.
Makroprotalium memiliki beberapa arkegonium, tetapi hanya salah satu telur yang
dibuahi dalam arkegonium dan mampu berkembang menjadi embrio. (Suratman, 2011)
E. Kegunaan Salvinia natans
S. Natans menutupi bagian permukaan air sehingga ini sangat
membantu untuk ikan air tawardalam menyediakan tempat persembunyian
yang aman untuk berkembang biak. Salvinia natans dapat
mencakup seluruh kolam atau danau tanpa kompetisi ekologi dan
makanan spesies tanaman lainnya. S. natans umumnya
digunakan dalam akuarium sebagai tanaman hias mengambang.Salvinia telah
digunakan untuk menghilangkan kelebihan gizi dan polutan lainnya dari air.
(Anonim5, 2006)
F. Dampak Nigatif dari Salvinia
natans
Tumbuhan ini dapat mengganggu fotosintesis tanaman
bawah air dan megganggu pertumbuhan dari alga yang terdapat dalam kolam
tersebut.Mats dapat membatasi kegiatan rekreasi di danau dan air, meningkatkan
banjir dan stagnasi, menggusur tanaman asli dan hewan, dan kualitas air
menurun. (Anonim5,2006)
G. Distribusi Salvinia natans
Distribusi asli dari S. natens adalah Afrika
untuk Aljazair , Mesir , Libya , Maroko , dan Tunisia , di Asia untuk
Afghanistan , Azerbaijan , Cina (di provinsi-provinsi Monggol , Ningxia ,
Qinghai , Shaanxi , Shandong , Shanghai , Shanxi , Sichuan , Tianjin , Xinjiang
, Xizang , Yunnan , dan Zhejiang ), Siprus , India (di Jammu dan Kashmir ),
Indonesia (di Jawa ), Iran , Irak , Israel , jordan , Kazakhstan , Lebanon ,
barat laut Pakistan , di Federasi Rusia (dalam Ciscaucasia dan Siberia Barat ,
Amur dan Primorye ), Jepang (di Honshu , barat Kyushu , dan Shikoku prefektur),
Korea , Arab Saudi , Suriah , Taiwan , Thailand , Turki , Uzbekistan , dan di
Eropa untuk Belarus , Belgia , Bulgaria , negara-negara dalam Eropa
bagian selatan dari Federasi Rusia, Spanyol , Ukraina , dan negara-negara dalam
bekas Yugoslavia . (Anonim1, 2009)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
1. Salvinia
natans merupakan salah satu kelas Pterophyta atau paku yang mengambang
di permukaan air atau hidup di aquatik.
2. Habitus Salvinia
natans adalah mengambang di permukaan air dengan menggunakan 2 daun
yang mengambang dan 1 daun tenggelam yang berfungsi seperti akar dan melindungi
sporokarp, tingginya sekitar 1-3 cm, lebar 5-10 cm, tidak berbunga, daun
langsung menempel pada batang atau yang disebut stolon pada tanaman ini .
3. Manfaat
dari Salvinia natans antara lain menyediakan tempat ikan air
tawar untuk persembunyian sehingga aman untuk perkembang biakan, digunakan
sebagai tanaman hias pada aquarium, dan untuk menghilangkan kelebihan gizi dan
polutann lainnya dari air.
4. Dampak negatif
dari Salvinia natans antara lain dapat mengganggu fotosintesis
tanaman bawah air dan alga, membatasi kegiatan rekreasi di kolam, meningkatkan
banjir, meningkatkan stagnasi, menggusur tanaman asli dan hewan serta
menurunnya kualitas air.